Sabar-sabar para hadirin Tuna Asmara yang saya muliakan dan hormati, maaf kalo postingan kali ini saya membuat judul yang sangat profokatif, dalam hal ini saya cuman mau ingatkan agar para kaum jomblo Hatters di Sultra ini lebih
Hadirin Tuna Asmara yang saya muliakan, dalam pertemuan kali
ini di Panti Jomblo, sunggu bukan tanpa alasan yang jelas saya berani untuk
membuat postingan seperti ini, meski agak sedikit menyinggung hati dan perasaan
kalian tapi dalam hal ini saya sendiri adalah orang yang paling mengerti dengan
kesedihan dan perasaan kesendrian anda sekarang ini. atau perasaan anda yang
terus dihantui oleh bayangan sang mantan.
Jujur saja saya
sendiri seorang aktifis garis keras Jomblo selama 10 Tahun terakhir ini-meski
sekarang sudah bisa move on, dulu sih karena kelamaan menjomblo saya sampai-sampai
lupa bagaimana rasa cinta dan mencintai, disakiti dan galau itu seperti apa. Uhuk ! Boleh di bilang Kejombloan ku
sudah mendekati sebuah kesempurnaan.
Oke. Oke, sabar para
hadirin Jomblo yang saya muliakan, mohon jangan ribut yah, bagi kalian yang
sudah siap untuk mendengarkan silahkan duduk membuat lingkaran sambil memutar
jeneper atau pongasi dulu biar bacanya santai dan konsen.
Saya akan menjabarkan menjadi dua bagian alasan saya sehingga saya membuat postingan sembarangan seperti ini. ehehehe
Bagian Pertama
Alasan saya yang pertama membuat postingan ini didasari dari sebuah Julukan atau sebuah sebutan Duren, Duker, Janda Kembang, Janda Rasa Gadis. Entah kenapa gak ada sebutan Duda rasa Perjaka.
Para hadirin Jomblo, tentu saja kalian sudah tidak asing lagi mendengar kata Duker dan Duren, kata yang tidak ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau kamus bahasa Daerah ini adalah singkatan dari Duda Keren. Entah kenapa tidak seorangpun menganggap bahwa panggilan itu berkesan terlalu memaksa dan layak untuk diberikan kepada jomblo yang pernah nikah.
Tentu saja saya sebagai pejuang Jomblo merasa heran, kenapa untuk sebutan Jomblo yang pernah mendapat restu dari penghulu ini tidak disebut saja sebagai Jomblo di tinggal Lari, jomblo di tinggal sepihak atau Jomblo hidung belang ?
Bahkan untuk beberapa alasan tertentu mereka memiliki beberapa fans dan banyak dicari oleh para wanita Tuna Asmara diluar sana. Tidak hanya itu, para Duker/Duren juga merasa bangga dengan status mereka itu. Heran taya kaka
Sebutan lain buat wanita yang sudah pernah nikah namun menjomblo kembali. Panggilan mereka enak kan ?. Janda Rasa Gadis, Janda Kembang. Seperti halnya Duker/Duren sebutan mereka tentu saja tidak mendapatkan protes dari masyrakat diluar sana, selain ibu-ibu arisan yang punya suami sok ketampanan dan terlalu gatal.
Hal lain yang tidak dapat dijelaskan oleh akal sehat, kenapa tidak ada seorang pun juga yang nganggap panggilan terlalu maksa. Mereka juga sampai memiliki banyak fans pria atau para mantan mereka yang kembali untuk mengejar cintanya yang tidak sempat lanjut waktu itu.
Namun sayang seribu sayang. Sebutan-sebutan yang enak dan indah seperti itu tidak berlaku buat para kaum jomblo yang belum pernah mendapatkan restu dari Penghulu. RCTI salah satu TV suawasta yang pernah melakukan sebuah gerakan untuk mendukun para Tuna Asmara dengan menayangkan sebuah acara Katakan Cinta dan di acara tersbut terdapat pojok Hight Quality Jomblo, dan hal itu kesanya sangat maksa. Bahkan program acara itu akhirnya diberhentikan, karena program acara yang membuat populasi kaum jomblo semakin naik daun. Katakan putus contohnya.
Para kaum Tuna asmara yang dengan sengaja dan sadar mencoba menghibur kesenderianya dan lari dari kenyataan dengan menyebut diri mereka sendiri “barang mahal”, Jojoba , Jomblo tamfan atau sebutan indah yang lain. Namun hal itu sangat di tolak oleh kelompok garis kiri yang disebut Jomblo Hatters. Dengan anggota yang semakin bertubuh. Seperti mahluk-mahluk Hermanprodite ber sel tunggal yang berkembang biak dengan membelah diri, tidak jarang para jomblo yang berprilaku menyimpang juga bergabung dalam komunitas itu.
Bagian Ke Dua (Saya ambil dari Pembelaan para Jomblo yang Pernah Dapat Restu dari Penghulu)
Finasial dan Pengertian. Pada umumnya seorang duker adalah orang yang sudah cukup mapan, hal ini didasari karena sudah pernah membiyayai seseorang selain dirinya sendiri contohnya anak, istri dan selingkuhan.
Sedangkan Jomblo ? “Main sendiri” dan kadang untuk biaya sehari-sehari aja sudah kalang kabut. Kurang kerjaan dan rela untuk jalan-jalan jauh hanya untuk bermain Pokemon Go dan berharap dapat dapat wanita yang main juga.
Untuk sebutan Janda rasa gadis dan janda kembang, hal ini sudah tidak perlu di pertanyakan dalam hal pelayanan untuk melayani Calon suaminya dalam berbagai hal. If you know what I mean.
Dan juga mereka sangat pengertian dalam hal percintaan. Tidak
jarang mereka juga dengan tulus dan ikhlas untuk di poligami. Yah mungkin contohnya
seperti itu, Meski ada juga sih para wanita Tuna Asmara yang seperti itu dan
memiliki cita-cita menjadi perusak rumah tangga orang. Eh ada yang baca ehehe maap maap
Sedangkan dalam Kasus wanita Tuna Asmara pada umumnya sifat kematrean mereka sudah menyimpang jauh dari kata “Wajar” , kerjanya cuman bisa dandan dan shooping. Ada juga sih yang sudah mapan dan pintar dalam hal rawat merawat namun mereka menentukan standar kelulusan yang sangat tinggi !.
Di tambah lagi dengan uang mahar yang membuat laki-laki harus minjam modal sampai ada juga yang rela untuk menjual organ dalam mereka. Maaf kalo bagian terakhir itu agak horror dan tidak pernah terjadi.
Kesimpulan dan Saran
Jadi para pembaca Zombloo, baik itu kalian seorang aktifis jomblo atau kaum Jomblo Hatters, semoga dengan tulisan ini kalian bisa mengambil hikmah dari tulisan ini dan sesekali jangan pernah untuk menolak kaum Fakir Asmara ini bahkan jangan sesekali untuk mengucilkan dan menghina mereka, mereka kan juga manusia
–Manusia pada dasarnya di ciptakan berpasang-pasangan, kalo gak memiliki pasangan ? hmm. Mungkin bukan manusia.-.
Karen Roda kehidupan itu selalu berputar kadan senang dan
kadang agak senang. Sekali lagi, penulis
memiliki banyak kekurangan dan sangat jauh dari kata kesempurnaan. Jika ada
kata yang kurang mengenakkan hal itu dengan Sengaja tidak sengaja saya lakukan. Demi Dewa!!

Komen jangan mengadung kata-kata kotor atau yang berbau Sara Nah Bos Ku
EmoticonEmoticon